Untuk Menjadi Sukses, Jangan Takut Mencari Jalan Berbeda

Untuk meraih kesuksesan, setiap orang memiliki cara tersendiri,dan tidak semua orang dapat melakukan hal yang sama. Terkadang ada orang yang menyita waktunya secara habis-habisan untuk berjuang meraih kesuksesan dan ada pula yang memanfaatkan waktunya secara efektif demi sebuah rutinitas hidupnya. 

Dengan demikian, kita harus tahu ke arah yang mana kita akan berjalan. Sehingga kita akan dihadapkan pada alternatif dua pilihan yang salah satunya harus dikorbankan.Kita memiliki jalan hidup masing-masing, sehingga tak perlu segan apalagi takut mencari jalan yang berbeda dari yang lain.Karena berbeda itu istimewa. 

Banyak bekerja Sedikit Bicara

Orang sukses lebih memilih diam daripada banyak bicara.Ia lebih mengutamakan prioritas dan rutinitas daripada omong kosong. Baginya, bekerja lebih utama daripada bicara tiada guna.

Karena ia menyadari bahwa waktu berjalan sangat cepat sehingga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Sebab satu detik yang sudah terlewati takkan mampu terulang kembali.Makanya ia akan berusaha semaksimal mungkin demi meraih cita-cita.

Menyeimbangkan Lima Bola Kehidupan

Bayangkan hidup sebagai suatu permainan ketangkasan,dimana kita harus menyeimbangkan lima buah bola yang dilempar ke udara.Bola itu adalah pekerjaan, keluarga, kesehatan, teman dan spirit.Kita harus menjaganya agar seimbang di udara. 

Apabila kita menjatuhkan salah satunya, maka ia akan dapat terluka, tertandai, tergores,rusak, bahkan hancur berkeping-keping. Dan ingat, mereka tidak akan pernah kembali utuh seperti aslinya. 

Maka kita harus benar-benar memahaminya dan menyeimbangkannya. Jangan sampai kita mengorbankan mereka demi kesuksesan kita tanpa mengingat ulang resikonya. Sehingga untuk meraih kesuksesan,jangan lupa ada lima bola kehidupan yang harus kita seimbangkan dan kita jaga juga. 

Sukses Itu Butuh Pengorbanan, Bukan Pengandaian

Berkorbanlah dan jangan berandai-andai,sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang tinggi pengandaian hingga lupa hal apa yang meski dilakukan.Ingat! pengandaian adalah perbuatan setan. 

Untuk sukses, kita membutuhkan pengorbanan yang cukup besar agar hasil yang diperoleh dapat maksimal. Berjuanglah sampai ujung batas pengorbananmu.Jangan takut terjatuh dan jangan banyak berandai-andai, karena besar harapan tanpa perjuangan adalah nol besar dan kesalahan total. 

Terjatuh Itu Wajar Karena Sukses Itu Harus Dikejar

Tak ada orang yang sukses tanpa jatuh bangun. Setiap orang akan terjatuh pada waktunya dan akan bangkit pula pada masanya. Jatuh itu wajar, orang yang sudah biasa terjatuh dan babak belur akan semakin kuat untuk menghadapi rintangan dan tantangan selanjutnya. Secepat mungkin mereka akan bangkit kembali .

Durasi waktu mereka untuk lari meraih kesuksesannya akan lebih cepat dari biasanya. 

Lambat laun mereka akan menyadari bahwa sukses itu perlu dikejar, sebab sukses tak akan datang dengan sendirinya. Maka ketika terjatuh, kita tak boleh termenung begitu saja. Kita harus bergerak lebih cepat sebelum terlambat.

Jemputlah kesuksesan dengan perjuangan dan doa untuk hasilnya, serahkan saja kepada Allah swt,arena tugas kita hanyalah berusaha sekuat tenaga. 

Yang Berhak Sombong Itu Allah, Kita Tidak!

Allah swt memiliki segalanya dan ialah yang berhak menyombongkan semua kuasanya.Tak ada hak seorang hamba untuk menyombongkan diri. Apa yang meski kita sombongkan sedangkan segalanya hanya milik tuhan. Jangankan harta yang sedang kita genggam, jiwa raga ini saja sudah pasti milik tuhan. 

Ingatlah bahwa orang yang paling beruntung adalah mereka yang ingat asal usulnya dan ingat atas kembalinya.Kita hanya manusia yang hina dan memiliki apa-apa. Sehingga kita harus menyadari bahwa semua ini milik illahi. 

Jangan Memandang Rendah Terhadap Orang Lain

Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan.Kelebihan san kekurangan itu adalah variasi kepribadian setiap manusia. Karena pada hakikatnya manusia itu tak ada yang sempurna. Sehingga saling menyempurnakan adalah salah satu jalan keluarnya. 

Kita tidak berhak memandang rendah kepada siapapun itu, sadarlah bahwa kita juga sangat rendah dihadapan Allah. Allahlah yang maha segalanya, dialah maha diatas maha sang pencipta dunia hingga seisinya. 

Ingatlah bahwa rasulullah saw tidak menyukai orang-orang yang selalu memandang sebelah mata kepada orang lain. Habib Umar Bin Hafidz pernah berkata bahwa mata yang memandang rendah terhadap orang lain adalah mata yang tidak layak melihat Rasulullah saw.

Teman Seribu Itu Kurang Dan Satu Musuh Itu Terlalu Banyak

Janganlah mencari musuh,karena musuh akan membuat kita selalu rapuh dan sibuk dengan pertengkaran serta percekcokan.Carilah teman sebanyak mungkin,dan hindari permusuhan dengan siapapun. Jika pertemanan akan membawa kita pada jalur kebahagiaan, untuk apa mencari perlawanan. 

Ingatlah bahwa seribu teman sangat kurang dan satu musuh itu terlalu banyak. Karena dengan adanya musuh, hidup kita akan merasa terancam dan terganggu.Apalagi jika si musuh memiliki strategi dan keinginan kuat untuk menghancurkan diri ini. Cobalah ubah permusuhan menjadi pertemanan yang kuat dan erat. Sehingga dapat saling menyelamatkan dan mengarahkan ketika kita berada dijalan kesulitan. 

Jangan Iri Dan Dendam Kepada Orang Lain

Amalan shaleh sebesar gunung sekalipun akan habis disantap oleh iri. Iri sangat memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar. Pastinya dalam waktu yang singkat api akan sangat cepat melebur kayu yang banyak.Jangan sampai pahala kebaikan kita habis gara-gara iri terhadap hak orang lain. 

Sebenarnya iri juga ada yang diperbolehkan jika dengan tujuan kebaikan. Misalkan iri terhadap ilmu seseorang dan kita pun ingin dapat berilmu seperti beliau. Lalu kita bersemangat menuntut ilmu dan belajar dengan sungguh-sungguh. Selain itu kita memiliki keinginan yang kuat untuk bisa seperti dia. 

Iri dalam arti ini tak jauh beda dari spirit yang membangunkan semangat kepada kita agar senantiasa mencari ilmu hingga batas usia telah tibs. Iri yang mendatangkan jiwa semangat untuk syiar islam sangat diperbolehkan.

Iri yang dilarang itu adalah apabila kita merasa tidak senang melihat orang lain memperoleh kesuksesan dan keberhasilan sehingga ada keinginan untuk menjatuhkan dan meruntuhkan angan orang itu. Itu adalah hal yang salah dan dilarang oleh agama.

Apalagi sampai melakukan kejahatan yang dapat mencelakakan dan mencoreng nama baik orang tersebut.

Jangan iri dan dendam kepada siapapun, karena kita memiliki rizki dan jatah kebahagiaan masing-masing. Bahagialah disaat orang lain bahagai dan ikut merasakan berduka lah ketika orang lain berduka. Sehingga, ketenangan dalam hidup selalu menemani kita. 

Mendekat Kepada Sang Penerima Taubat

Semakin kita mendekatkan diri pada Allah swt,maka semakin mudah pula kita kembali kejalannya. Tak ada hijab antara umat dengan sang pencipta selagi kita selalu mendekatkan diri kepadanya.Dialah sang penerima taubat.Ia selalu melihat hambanya yang meminta dan memohon ampun serta menyesali segala kesalahannya.

Maka dekatilah Allah, mintalah kepadanya agar taubat kita diterima dan dosa kita diampuni olehnya. Jangan menjauhi Allah karena semakin kita menjauh dari Allah, semakin sulit pula kita mendapat ridhanya sedangkan segala kekuasaan hanya ada pada Allah swt.

Tetaplah mendekat dan bermuhasabah dihadapannya sehingga Allah mempermudah segala urusan kita. Dan hal yang paling penting adalah berjanjilah untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama dilain waktu. 

Taubat Sebelum Terlambat

Sebelum ajal mendekat, hendaklah bertaubat. Karena Allah akan menutup batas waktu taubat pada masanya.Jangan berandai-andai bahwa dunia ini masih lama sehingga lupa dengan ibadah pada Allah swt.

Jangan pula keenakan berbuat dosa dan lupa diri bahwa kita akan kembali pada pemiliknya. Kita akan menjadi segundukan tanah tanpa arti. Karena tiap-tiap yang tercipta dari tanah maka akan kembali pula ke tanah. 

Ingatlah, jika pintu taubat sudah tertutup maka tak ada lagi jalan dan kesempatan untuk beribadah kepada Allah.Semua amalan akan dihentikan ,dan kita hanya menunggu sebuah jawaban. Apakah kehidupan setelah mati akan memuaskan dan membahagiakan,atau malah mencelakakan. 

Maka,mungpung pintu taubat masih dibuka lebar oleh sang penerima taubat, hendaklah bertaubat. Dan jadikan taubatmu taubatan nasuha. Sebaik-baik taubat agar keluar dari jalan yang sesat. 

Belajar Taat Dan Jauhi Maksiat

Jadilah orang-orang yang takwa, taatlah pada Allah swt. Jangan lupa jauhi maksiat agar selamat dunia dan akhirat. Jangan sampai Allah melaknat karena sikap kita yang tidak taat pada nya. Ingatlah bahwa maksiat hanya akan menghadirkan bahagia sesaat, sedangkan taat akan membuahi  hasil yang tetap melekat hingga akhir hayat.

Lihatlah orang-orang yang sedang sekarat, betapa beratnya mereka menanggung maksiat yang telah diperbuat. Sehingga nafasnya tersenggal dan badannya terkepar. Mungkin saja jika mereka mampu berbicara, pasti mereka akan berwasiat kepada kita, sungguh aku tak kuat merasakannya, maka untuk engkau taatlah pada Allah swt dan jauhi maksiat agar tidak menyesal diakhir hayat. 

Memanfaatkan Waktu Yang Sangat Singkat

“Waktu itu bagaikan pedang, jika kamu tidak pandai menggunakannya maka dia akan memotongmu”

Memanfaatkan waktu sebaik mungkin adalah kata kunci dari kesuksesan dunia dan akhirat dan jika kita tidak pandai memanfaatkan waktu maka waktu akan menyita kita secara tiba-tiba.

Ada pula yang menyatakan bahwa waktu adalah uang”time is money”,satu menit saja tersia-siakan maka sejumlah uang akan melayang. Bahkan banyak orang yang tergesa-gesa karena takut dirinya tergilas oleh kecepatan waktu. 

Hari demi hari berlalu dengan cepat, satu tahun serasa satu bulan,satu pekan seperti satu hari dan satu jam serasa seperti satu menit.Maka manfaatkanlah waktu yang singkat ini dengan sebaik-baiknya dan jangan sampai menyia-nyiakan kesempatan waktu yang Allah berikan. 

Utamakanlah ibadah karena Allah swt, tanpa harus meminta balas jasa dari siapapun itu. Manfaatkan waktu dengan mengevaluasi ibadah kita baik ibadah mahdah maupun ibadah ghair mahdah. 

Sadarkan diri kita dengan kejadian yang menimpa dunia,berapa waktu yang kita sia-siakan dan seberapa besar amal yang telah kita investasiakan untuk bekal nanti dihari pembalasan. 

Ingatlah bahwa makin kesini waktu terasa singkat, namun seolah tanpa manfaat. Maka tugas kita lah yang memanfaatkannya semaksimal mungkin.