Mendekat Kepada Sang Penerima Taubat

Khoirunnisa.com – Semakin kita mendekatkan diri pada Allah swt, maka semakin mudah pula kita kembali kejalannya. Tak ada hijab antara umat dengan sang pencipta selagi kita selalu mendekatkan diri kepadanya.

Dialah sang penerima taubat. Ia selalu melihat hambanya yang meminta dan memohon ampun serta menyesali segala kesalahannya.

Maka dekatilah Allah, mintalah kepadanya agar taubat kita diterima dan dosa kita diampuni olehnya. Jangan menjauhi Allah karena semakin kita menjauh dari Allah, semakin sulit pula kita mendapat ridhanya sedangkan segala kekuasaan hanya ada pada Allah swt.

Tetaplah mendekat dan bermuhasabah dihadapannya sehingga Allah mempermudah segala urusan kita. Dan hal yang paling penting adalah berjanjilah untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama dilain waktu.

Taubat Sebelum Terlambat

Sebelum ajal mendekat, hendaklah bertaubat. Karena Allah akan menutup batas waktu taubat pada masanya. Jangan berandai-andai bahwa dunia ini masih lama sehingga lupa dengan ibadah pada Allah swt.

Jangan pula keenakan berbuat dosa dan lupa diri bahwa kita akan kembali pada pemiliknya. Kita akan menjadi segundukan tanah tanpa arti. Karena tiap-tiap yang tercipta dari tanah maka akan kembali pula ke tanah.

Ingatlah, jika pintu taubat sudah tertutup maka tak ada lagi jalan dan kesempatan untuk beribadah kepada Allah.Semua amalan akan dihentikan ,dan kita hanya menunggu sebuah jawaban.

Apakah kehidupan setelah mati akan memuaskan dan membahagiakan,atau malah mencelakakan.

Maka,mungpung pintu taubat masih dibuka lebar oleh sang penerima taubat, hendaklah bertaubat. Dan jadikan taubatmu taubatan nasuha. Sebaik-baik taubat agar keluar dari jalan yang sesat.

Belajar Taat, Jauhi Maksiat

Jadilah orang-orang yang takwa, taatlah pada Allah swt. Jangan lupa jauhi maksiat agar selamat dunia dan akhirat. Jangan sampai Allah melaknat karena sikap kita yang tidak taat pada nya.

Ingatlah bahwa maksiat hanya akan menghadirkan bahagia sesaat, sedangkan taat akan membuahi hasil yang tetap melekat hingga akhir hayat. Lihatlah orang-orang yang sedang sekarat, betapa beratnya mereka menanggung maksiat yang telah diperbuat.

Sehingga nafasnya tersenggal dan badannya terkepar. Mungkin saja jika mereka mampu berbicara, pasti mereka akan berwasiat kepada kita, sungguh aku tak kuat merasakannya, maka untuk engkau taatlah pada Allah swt dan jauhi maksiat agar tidak menyesal diakhir hayat.

Memanfaatkan Waktu Yang Sangat Singkat

“Waktu itu bagaikan pedang, jika kamu tidak pandai menggunakannya maka dia akan memotongmu”

Memanfaatkan waktu sebaik mungkin adalah kata kunci dari kesuksesan dunia dan akhirat dan jika kita tidak pandai memanfaatkan waktu maka waktu akan menyita kita secara tiba-tiba.

Ada pula yang menyatakan bahwa waktu adalah uang”time is money”,satu menit saja tersia-siakan maka sejumlah uang akan melayang.

Bahkan, banyak orang yang tergesa-gesa karena takut dirinya tergilas oleh kecepatan waktu.

Hari demi hari berlalu dengan cepat, satu tahun serasa satu bulan,satu pekan seperti satu hari dan satu jam serasa seperti satu menit.

Maka, manfaatkanlah waktu yang singkat ini dengan sebaik-baiknya dan jangan sampai menyia-nyiakan kesempatan waktu yang Allah berikan.

Utamakan lah ibadah karena Allah swt, tanpa harus meminta balas jasa dari siapapun itu. Manfaatkan waktu dengan mengevaluasi ibadah kita baik ibadah mahdah maupun ibadah ghair mahdah.

Sadarkan diri kita dengan kejadian yang menimpa dunia, berapa waktu yang kita sia-siakan dan seberapa besar amal yang telah kita investasiakan untuk bekal nanti dihari pembalasan.

Ingatlah bahwa makin kesini waktu terasa singkat, namun seolah tanpa manfaat. Maka tugas kita lah yang memanfaatkannya semaksimal mungkin.

Ikhitiarkan dan juga berdoa.