Mengagungkan The Misterius Problem

Manusia diciptakan oleh Allah dalam perut ibunya selama empat puluh hari dalam bentuk nutfah.

Kemudian ke empat puluh harinya nutfah itu menjadi segumpal darah sehingga empat puluh hari selanjutnya terbentuk menjadi segumpal daging.

Pada segumpal daging itu, Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh dan menulis empat ketentuan yakni tentang rizkinya, ajalnya, amal perbuatannya, dan jalan(hidup)sengsara atau bahagia.

Itulah yang disebut the misterius problem,yakni empat ketentuan yang telah Allah rencanakan sejak zaman ajali.

The misterius problem itu sudah tertata rapi dilauhul mahfuz, jauh sebelum kita lahir kedunia.

Bahkan kita tidak tahu dari mana jalan rizki kita, dengan siapa kita berjodoh, kapan dan dimana ajal akan menjemput kita dan bagaimana keadaan hidup kita,bahagiakah atau sebaliknya?

Wallahu a’lam…

Tapi, percayalah rencana tuhan jauh lebih indah dari yang kita terka. 

Jangan Pasrah Dan Menyerah Sebelum Waktunya

Menyerah dan pasrah sebelum waktunya adalah hal yang salah. Banyak orang yang baru saja melangkah sudah berkata”Sudahlah aku menyerah, semua sudah ditakdirkan tuhan.

“Jadi untuk apa kita berjuang?”

Orang-orang yang berkata seperti itu akan menyangka bahwa baik buruknya nasib manusia telah ditetapkan secara pasti dan mutlak oleh sang pencipta.

Jika mereka berpikiran demikian, berarti manusia tak jauh beda dari robot yang sudah diprogramkan. 

Ingat! Jangan menyerah sebelum waktunya, melangkahlah dulu ke arah yang lebih indah. Apabila semua usaha sudah dilakukan ,untuk hasilnya kita boleh bertawakal pada Allah.

Kita harus menyadari bahwa takdir itu dibagi dua yakni takdir mualaq(dapat diubah) dan takdir mubram(tidak dapat diubah). 

Kita Berencana, Allah Berkuasa

Ingat! Planning itu penting, 

Singkat cerita ,suatu perusahaan mengadakan bisnis tanpa perencanaan,setiap menejer langsung menjalankan tugasnya tanpa ada kesatuan arah atau keselarasan.

Coba pikirkan apa yang akan terjadi?

Tentu saja, usahanya tidak akan mencapai hasil yang diinginkan, karena usaha tanpa perencanaan demi mencapai kesuksesan itu nol besar.Tak ada arti dari sebuah usaha tanpa berencana.

Mengapa hal itu demikian?, karena didalam dunia perbisnisan, planning adalah awal dari sebuah tindakan bagi proses selanjutnya seperti organizing,controling dan actuating. 

Demikian pula dengan kita, kita tidak mengetahui apa yang  akan terjadi nanti.

Maka, berencanalah dahulu dan biarkan Allah yang menentukan segalanya.

Karena manusia itu hanya mampu merencanakan dan Allahlah yang menentukan.

Bahkan apabila rencana itu tidak terwujudkan, yakinlah akan rencana baru yang Allah rahasiakan.

Kita harus pandai-pandai menyadari bahwa ketika kita berencana untuk sesuatu hal, Allah juga telah merencanakan sesuatu untuk kita. 

Ridha Menerima Ketetapan Tuhan

Apapun yang tuhan anugrahkan, itulah yang terindah untuk kita. Syukuri apa yang dilimpahkannya. Sekalipun dalam bentuk masalah ,tetaplah untuk selalu ridha menerima ketetapan Allah. 

Ingat!bahwa Allah telah mengancam orang-orang yang tidak mau menerima ketentuan tuhan.Sabda Nabi”Siapa yang tidak ridha dengan qada dan qhadar ku dan tidak sabar terhadap bencana yang aku timpakan atasnya, maka cari tuhan selain daripadaku” (Hr. Tabrani).