Perjuangan Rasulullah Dalam Mensyi’arkan Islam

Awalnya dalam rangkaian proses tipu daya jahiliyah kepada Rasulullah dan risalah yang dilakukan orang-orang kafir untuk memalingkan wajah manusia dari mendengar seruan Allah, telah menghembuskan rumor bahwa rasulullah itu terputus nasabnya. Rumor itu sangat menyakitkan hati nabi.

Sehingga Allah menurunkan ayat al-qur’an untuk mengobati hati nabi dengan memberi spirit dan kemurahan hati, mengukuhkan kebaikan dan fakta yang lestari. Sehingga semangat nabi menggema lagi.

Perjuangan Rasulullah menjadi sorotan dalam tarikh islam, meskipun beliau harus merasakan suka citanya sebuah perjuangan dan sakitnya penghianatan dari orang-orang kafir, tetapi Rasulullah tetap mensyiarkan islam secara diam-diaman hingga terang-terangan.

Kecintaan Nabi Muhammad Kepada Umatnya

Perlu diketahui, kecintaan nabi Muhammad kepada umatnya melebihi cinta beliau kepada dirinya sendiri.Beliau rela berkorban walau raganya kesakitan, hingga titik darah penghabisan kasih sayangnya takkan tergantikan.

Hingga pada sisa usianya, nabi pernah berwasiat menyebut -nyebut ummati dan annisa saking sayang dan cintanya beliau kepada umatnya dan kaum hawa.

Meneladani & Mengaplikasikan Perjuangan Nabi Muhammad Dimasa Kini

Nabi Muhammad saw adalah legendaris of islam,yang menjadi pedoman bagi setiap insan. Banyak perjuangan beliau yang perlu diteladani, dengan kemuliaan akhlak,kepribadian serta semangat juangnya yang tinggi dalam menghidupkan islam dizaman kebodohan.

Sebagai generasi muda islam, kita perlu meneladani kepribadian dan perjuangan beliau.Lihatlah betapa kerasnya dia berjuang untuk mensyiarkan islam.

Alhamdulillah,berkat ajaran beliaulah, kita masih bisa menikmati indahnya islam dan nikmatnya iman diera peradaban.

Teruntuk Generasi Islam, Jangan Terbengkalai Dengan Indahnya Nuansa Zaman

Ketika zaman kebodohan telah sirna,perilaku jahiliyah masih tetap ada.Adanya kecenderungan yang mengakibatkan terbengkalainya manusia oleh nuansa zaman.

Karena makin banyak fasilitas yang mendukung mereka untuk berbuat kebaikan dan kemungkaran.

Semakin banyak majlis ilmu dan majlis dzikir didirikan, maka semakin banyak pula tempat -tempat yang menjerumuskan manusia kepada kemaksiatan.

Penjajahan yang paling kejam bagi generasi islam adalah masuknya pengaruh-pengaruh yang mempermudah mereka menuju jalan kesesatan.

Sehingga tak ayal membuat majlis-majlis dzikir dan majlis ilmu sudah banyak ditinggalkan. Tidak sedikit muda-mudi zaman sekarang lebih suka memilih nongkrong ditempat hiburan dibandingkan menuntut ilmu di pengajian.

Pembunuhan karakter sangat merugikan umat islam. Sehingga membuat mereka terbengkalai oleh nuansa zaman.

Mereka dibuat lupa pada kebajikan dan kebenaran. Sudah pasti, tipu daya setan makin merasuki setiap hembusan nafas dan desir darah muda-mudi islam.

Maka dari itu, hendaknya generasi islam menanamkan akhlakul karimah dan akidah yang kuat demi menjaga diri dari perbuatan yang mungkar.

Berusaha Memerangi Hawa Nafsu

Rasulullah adalah orang yang paling santun dan bijak dalam mengambil sebuah tindakan.

Beliau tidak pernah sedikitpun mementingkan dirinya sendiri dalam hal apapun, bahkan beliau lebih mengutamakan perintah Allah dan kepentingan agama islam.

Hal itu jelas menyatakan bahwa rasulullah adalah orang yang berakhlakul karimah dan maksum yakni terpelihara dari dosa.

Lalu bagaimana dengan kita sebagai insan biasa yang memiliki ego dan nafsu yang semakin nyata?

Hendaklah kita menyibukkan diri memerangi hawa nafsu dalam diri ini. Kalahkan ego kita dengan akal sehat kita.

Karena seseorang yang hebat itu bukan mereka yang pandai mengalahkan lawan dalam pergulatan, tetapi seseorang yang hebat ialah mereka yang mampu memerangi hawa nafsunya sendiri.

Orang yang bijak akan selalu bertengkar dengan hawa nafsunya sendiri dengan senjata akal sehatnya.

Ia akan menaklukkan hawa nafsunya dibawah kekuasaan pemikiran yang cemerlang dalam menyikapi setiap persoalan.